Workshop Kesehatan Mental: Memperkuat Literasi, Resiliensi, dan Dukungan Sebaya di Lingkungan Kampus

Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram bersama InSPIRASI dan KONSEPSI NTB melaksanakan Workshop Kesehatan Mental di Fakultas STEM UNW Mataram

BERITA

Admin

8/29/20261 min read

Mataram, 29 Agustus 2026 — Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram bersama InSPIRASI dan KONSEPSI NTB melaksanakan Workshop Kesehatan Mental di Fakultas STEM UNW Mataram. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Lombok Plaza, Mataram, ini menjadi bagian dari implementasi Riset Internasional SVRI dalam upaya memperkuat pemahaman dan kapasitas warga kampus terkait kesehatan mental.

Workshop ini dirancang untuk meningkatkan literasi kesehatan mental, khususnya dalam mengenali berbagai tantangan psikologis yang dapat muncul dalam lingkungan pendidikan tinggi. Selain itu, kegiatan juga memberikan ruang bagi peserta untuk memahami cara mengelola stres, melakukan mitigasi trauma, mengenali tanda-tanda awal risiko depresi, serta membangun resiliensi dan dukungan sebaya.

Kegiatan diikuti oleh berbagai unsur dalam lingkungan perguruan tinggi, mulai dari pimpinan universitas dan fakultas, mahasiswa, tenaga kependidikan, Satgas PPKPT, hingga tim SVRI dan para kolaborator. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi penting untuk membangun pemahaman bersama bahwa kesehatan mental merupakan bagian integral dari terciptanya lingkungan kampus yang aman dan suportif.

Dalam pelaksanaannya, peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan mental serta mengenali kondisi yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis mahasiswa maupun sivitas akademika lainnya. Pembahasan juga diarahkan pada kemampuan mengenali risiko secara lebih dini dan membangun mekanisme dukungan yang dapat membantu individu menghadapi situasi sulit.

Salah satu aspek penting yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah dukungan sebaya (peer support). Lingkungan pertemanan dan komunitas kampus memiliki peran penting dalam memberikan ruang yang aman bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman, mendapatkan dukungan, dan mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang memengaruhi kesehatan mental mereka.

Penguatan resiliensi juga menjadi bagian dari workshop. Resiliensi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu untuk menghadapi tekanan, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dan bangkit ketika menghadapi berbagai tantangan. Dengan kapasitas tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memiliki strategi yang lebih baik dalam menghadapi tekanan akademik maupun persoalan sosial dan personal.

Melalui workshop ini, diharapkan terbentuk pemahaman yang lebih kuat mengenai pentingnya kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini juga mendukung upaya membangun ekosistem kampus yang aman, inklusif, responsif, dan mendukung kesejahteraan seluruh sivitas akademika.

Workshop Kesehatan Mental menjadi salah satu bagian dari rangkaian upaya kolaboratif dalam mendorong penguatan safeguarding dan lingkungan pendidikan tinggi yang aman, sejalan dengan semangat Project STEPS Safe Campus.